Derita Nelayan Tambelan, Setelah Kapal Asing Hilang, Mayang Malam Muncul

Nelayan Kampung Hilir sedang memancing

DHK- Desa Kampung Hilir, Kecamatan Tambelan merupakan salah satu lumbung ikan Nasional. Dalam catata Kantor Pegawai Perikanan diperkerikan jumlah ikan sekitar seratusribu ton dalam satu tahun menurut surat keterangan asal ikan. Sementara yang tidak tercatat sekitar dua ratusan ribu ton .

Kapal nelayan yang sedang melaut .Foto :Hen

Diselah-sela diskusi tentang pembangunan desa terpadu yang dilaksanakan oleh BP2DK, berapa nelayan mengeluhkan dengan kapal-kapal Besar yang menggunakan lampu sorot puluhribu watt sekitar lima belas lampu. Sehingga mengganggu tangkapan ikan para Nelayan-nelayan tradisional.

“Semua ikan menuju kekapal yang menggunakan lampu terang, sehingga nelayan-nelayan tradisional mendapatkan ikan sedikit,”kata Ardiansyah salah satu petugas perikanan Kecamatan Tambelan.

Selain itu yang menyebabkan Nelayan Tambelan kurang berhasil, karena hampir 90% kapal milik toke. Sehingga hargapun di kendalikan toke.

“Karena  kapal yang digunakan milik toke,”ujar bujang Mail salah satu Nelayan.

Kalau sistem rantai ini tidak diputus, Nelayan Tambelan tidak akan sejahtera dan Berdaya.

Nelayan Tambelan sedang memancing. foto : hen

Diharapkan pemerintah tidak berhenti pada penenggelaman kapal asing saja, tetapi sistem binis perikanan harus diperbaiki, termasuk sistem penangkapan ikan skala besar harus di atur.

“Jangan sampai  Nelayan lepas dari mulut buaya, masuk mulut harimau,”.

Ia mengharapkan, sistem perikanan nasional harus diselesaikan sampai ke akar-akarnya sehingga nelaya Tradisional kesejahteraan makin meningkat, menjadi tuarumah dilautnya sendiri.(hen)

Nelayan Kampung Hilir berhasil menangkap ikan layar. foto : hen

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan