Menduniakan Desa, Dengan Internet Desa Broad Band

FGD Internet Desa Broad Band Terpadu Kampung Hilir. Photo.Dra

FGD Internet Desa Broad Band Terpadu Kampung Hilir. Photo.Dra

DKH-Kampung Hilir 26 Oktober 2017 telah dilaksanakan Focus Group Disscus,tentang pelaksanaan Internet Desa Broadband, Di Aula Kantor Desa Kampung Hilir, Kecamatan Tembelan, Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau.

Kampung Hilir yang berada di tengah laut China Selatan salah satu Desa terluar di Indonesia, menurut Maryadi Kades 2011-2016 Kampung Hilir, kita harus bersyukur dengah mendapatkan Fasilitas Internet dari BP3TI Kominfo Pusat.

“Selain untuk kebutuhan Desa.  Masyarakat, guru,polisi,TNI, pelajar juga  memamfaatkan Internet Desa Broadband Terpadu,”kata Maryadi di sela-sela Focus Group DBT.

Maryadi menambahkan, bisa dibayangkan kalau di Desa kita kalau tidak ada internet, Kita  akan mengalami ketertinggalan, termasuk dibeberapa Desa di Kecamatan Tembelan.

Jika mau mengirim data kita harus ke Ibu Kota Kabupaten, yang bisa ditempuh hanya menggunakan kapal laut satu hari satu malam.

Peserta FGD Internet Desa Broad Band Terpadu
Peserta FGD Internet Desa Broad Band Terpadu

“Itupun kapalnya hanya ada dua minggu sekali menuju ibu kota Kabupaten, “kata Maryadi.

Semua warga Desa yang ada di kepulauan Tembelan jika ingin mengirimkan data, saat ini mereka menggunakan Internet Desa Broadband Kampung Hilir.

Hendra salah satu Pandu Desa Broadband mengatakan satu harinya rata-rata pengguna Internet Desa Broadband sekitar 30 orang.

Mereka dari berbagai profesi, ada Masyarakat, Pelajar, Aparat Desa, TNI,Polri.

“Kadang Down tidak bisa digunakan, saking banyaknya yang menggunakan internet DBT,”ujar Hendra.

Hendra berharap, ada penambahan kapasitas dan peningkatan peralatan, sehingga akan lebih banyak masyarakat merasakan mamfaat Internet Desa Broadband.

Deman Huri Dari BP2DK Fasilitator FGD mengatakan, Warga Desa tidak berdaya, warga selalu miskin, bukan malas bekerja, tatapi masyarakat kurang informasi dan pengetahuan, berapa sebenarnya harga produk ikan, kelapa, dan cengkeh yang merupakan produk unggulan kampung hilir.

“Hadirnya fasilitas ini harus di mamfaatkan oleh warga Desa untuk meningkatkan pengetahuan dan Informasi, agar warga punya daya saing,”kata Deman.

Dengan mamfaatkan internet secara bijak, pengetahuan warga akan meningkat terutama tentag perikanan dan kelautan.

Deman menjelaskan, hadirnya Internet DBT ini merupakan hadirnya negara untuk mengurangi ketermarginalan Desa-Desa terluar termasuk di Kamung Hilir.

“Manfaatkan DBT dengan baik, pasti dalam waktu tidak lama Kampung Hilir akan di kenal di Dunia,”ajak Deman pada peserta FGD. (SJ)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan