Mengguak Keindahan Gunung Kute

gunung kute

Di sebuah Desa di Kecamatan Tambelan tepat nya Desa batu lepuk terdapat sebuah Gunung yang bernama Gunung Kute. Gunung Kute ini sudah sangat dikenal oleh masyarakat tambelan bahkan sebagian masyarakat luar tambelan. Gunung ini juga punya cerita sejarah di kecamatan tambelan, yang mana konon dulunya dijadikan tempat perlindungan dari tentara sekutu.

photo: tampak dari puncak gunung kute

Keindahan pemandangan dari puncak gunung ini seindah bait-bait puisi cinta. Memandang langsung bentangan Laut Lepas dengan beberapa pulau tak berpenghuni dengan pasir putih melingkarinya. Semua ini tersuguh di hadapan mata. Ingin tahu gambaran lengkapnya, begini rekaman kunjungan Relawan Kopling pada tanggal 24 september 2017

PENDAKIAN GUNUNG KUTE

Dimulai dari jam 16.00 team pendakian sudah mulai bergerak menggunakan kendaran roda dua dari pemukiman penduduk menuju rumah dinas guru tempat titik awal berkumpulnya pendakian. Pukul 16.10 Setelah pengecekan perlengkapan pendakian sudah siap, team mulai berjalan masih dengan kendaraan roda dua menyusuri parit air kumbang dimana jalan semen dengan lebar badan jalan 2 meter dengan kondisi lumayan bagus, ditengah perjalanan jalan sudah mulai rusak. Untuk selanjutnya perjalanan kendaraan masuk ke kebun penduduk sekitar 50 meter dari jalan semen yang sudah rusak berat kami berhenti dipondok kebun penduduk sekitar pukul 16.20.

Photo : tampak relawan kopling tambelan melihat makam terdahulu

Untuk selanjutnya kami mulai bergerak maju mendaki melalui kebun penduduk dengan tajuk lumayan rapat dengan pepohonan hutan, kelapa dan juga melinjo. Selanjjutnya menemukan juga perkebunan cengkeh dengan tajuk mulai jarang. Sekitar menit ke 7:10 detik pemandangan laut dan gunung Bini sudah mulai terlihat indah dan jelas, menit ke 8:19 terlihat batu dan akar pohon didalam hutan dengan tajuk yang rapat. Sekitar menit 10:11 bertemu dengan tebing batu dan pohon besar (kami berfikir bisa dikreasikan untuk membuat rumah pohon didalam hutan. Menit ke 13:00 kami menjumpai dataran dengan potensi rumah pohon. Menit 15:20 perjalanan mulai curam dengan kemiringan 450 kalau turun hujan akan sulit dilalui oleh para pendaki. Kemudian kami menemui bebatuan pada menit ke 17.45 dengan kemiringan 500 dengan pendakian yang curam dengan tanaman dominan pohon Bambu dan Melimau orang Tambelan menyebutnya.

Perjalanan selanjutnya pada menit 18.00 kami menemukan hamparan tebing batu dengan kemiringan 450, dengan kondisi sperti ini kami merekomendasikan agar nantinya dibuat jalan titian berupa tangga dari semen ataupun pegangan ditepian jurang dengan memakai pegangan tali atau bambu dengan seaman mungkin dan juga lebih bagusnya dibuat semacam teras untuk lebih aman dan leluasa dengan harapan pemandangannya pada kemiringan dan kecuraman tersebut bisa dinikmati pengunjung yang mendaki gunung Kute.

Perjalanan dilanjutkan dan pada menit ke 18;30 kami menemukan pohon bambu haur, selanjutnya kembali kami memasuki kebun penduduk dengan tanaman cengkeh di menit 21:10. Dan dimenit 23: 35 jalanan sudah mulai curam kembali dan perlu dibuatnya pegangan, pada menit ke 25 51 tanaman rotanpun sudah mulai terlihat dan banyak dengan kondisi pohon dengan tajuk yang sangat rapat dan sudah mulai sampah bekas para pendaki sudah mulai tampak berserak disekitar dekat dengan puncak dan pada menit ke 28:35 jalan dengan tepian jurang kami merekomendasikan deperlukannya pagar biar pendakian aman. Pada menit ke 29:12 kami menemukan anjungan batu dengan tepian jurang yang sangat tinggi, ini merupakan spot pemandangan tambelan dari belakang perkampungan dengan pemandangan laut dan pulau Piling besar dan kecil dimana pada spot ini pengunjung bisa menikmati dengan sangat tenang akan tetapi ini sangat berbahaya dan tidak dianjurkan menimbang dari segi keamanannya yang tidak memungkinkan. Akan tetapi keadaan ini bisa diperbaiki dengan pengamanan ekstra yang dibuat dengan teras seaman mungkin sehingga pengunjung bisa berfoto dan menikmati alamnya dengan aman. Pada menit 30:56 kami sampai kepuncak gunung Kute dan disebelah timur ada spot gunung kole dan perkampungan penduduk Tambelan dengan kondisi lebih berbahaya dikarenakan ditepian jurang dan diseelah selatan pas berhadapan dengan teluk Tambelan dan hamparan rumah-rumah penduduk. Didinalah spot yang luar biasa, akan tetapi semua spot – spot dpuncak gunung Kute sangat berbahaya itu semua bisa dimanfaatkan untuk wisata dengan sistem pengamanan yang sangat ekstra dari segi pembangunannya.

photo : tampak pemandangan dari puncak gunung kute

Pada kondisi malam, kami mulai memanfaatkan momen untuk berbincang – bincang dengan membuat perapian kecil sisa dari serasah bambu dan memanfaatkan bambu – bambu yang sudah kering. Hal inipun tidak dibenarkan, sebetulnya ini bisa dikelola dengan membuat spot – spot untuk berkemah dan spot perapian yang diatur supaya tidak terjadi kebakaran diatas puncak. Pada malam harinya kami menikmati pemandangan perkampungan Tambelan dengan kelap kelip lampu listrik dimasing – masing rumah ditemani makanan ringan dan secangkir kopi dengan kebersamaan bersama kawan – kawan bercengkrama dalam senda gurau dalam keakraban dipuncak Gunung Kute dengan mimpi gunung kute bisa dijadikan destinasi wisata dikecamatan Tambelan Kabupaten Bintan.

Suara adzan dan penceramah terdengar dengan jelas yang diberbagai surau dan mesjid, ditiup angin selatan sehingga sampai pada telinga – telinga kami yang sedang berada dipuncak Gunung Kute. Puji syukur kami angkat kepada Alllah yang Maha Perkasa dan Maha Besar yang telah menciptakan Gunung Kute yang begitu indah Maha karya Sang Pencipta Bumi dan Langit dan makhluk – makhluk ciptaaanNya, yang merasukkan kedalam dada – dada kami untuk menikmati alam yang begitu luar biasa indahnya, agar kami telungkup dalam sujud shalat – shalat kami pada waktu – waktunya dipuncak Gunung Kute.

Harapan kedepannya agar pontesi wisata ini bisa di kembang kan oleh masyarakat melalui BUMDES dan menjadi incom bagi desa yang mengelola. (agus)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan