Ikan garam salah satu hasil laut olahan ibu-ibu di desa hilir

DKH. Ikan garam itu yang sering masyarakat Tambelan biasa menyebutnya yaitu ikan yang digaram atau di asinkan. Ikan asin Masih bisa dijumpai di jalan-jalan lorong rumah warga yang menjemurkan ikan asin

Photo : tampak ikan yang dijemur warga di tepi-tepi jalan lorong

Ikan asin ini dulunya menjadi salah satu penunjang perekonomian masyarakat nelayan yang mana banyak dikerjakan oleh istri-istri dari para nelayan yang mana hasil tangkapan yang melimpah diolah menjadi ikan asin, tapi sekarang hasil laut yang semakin berkurang dan jarak tangkap yang semakin jauh membuat semakin sedikit ibu – ibu rumah tangga nelayan yang mengolah hasil laut menjadi ikan asin. ikan hasil tangkapan kebanyakan lansung dijual ke toukeh atau penampung yang berada di kecamatan Tambelan.

Ikan asin hasil olahan ibu-ibu ini biasanya di jual dirumah atau biasa dikirim ke Kalimantan barat dan banyak juga yang membeli untuk dijadikan oleh-oleh saat datang ke tambelan. Harganya ikan asin yang dulu relatif murah sekarang mulai naik harga pun berpariasi dari harga Rp. 15000/perkilo hingga Rp. 30.000,’/perkilo.

Photo : tampak ikan asin dan kerupuk saat dijemur oleh masyarakat.

Saat ditanya Salah satu ibu-ibu warga desa kampung hilir tepatnya di RT 005 yang masih menekuni pekerjaan ini ibu Mardiani berunjar “ikan yang dijadikan ikan asin ini, sisa dari ikan umpan suami saya”

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan