Tingkatkan Produktivitas Nelayan, Desa Kampung Hilir Adakan Pelatihan Pembuatan dan Pemasangan Rumpon/Rumpong

DKH (09/07/2018) – Desa Kampung Hilir Kecamatan Tambelan adalah salah satu desa terluar dari Kabupaten Bintan yang wilayahnya berbatasan dengan laut cina selatan. Tak heran jika di wilayah ini terdapat cukup banyak nelayan. Namun, nelayan tradisional sebagian besar masih menentukan lokasi penangkapan hanya dengan mengira-ngira, sehingga jumlah tangkapan mereka terbatas.

foto ; tim dari desa memberikan arahan

Menurut Amrisan Ferianto Pj. Kades Kampung Hilir yang juga  pernah mengeluti pekerjaan nelayan, masalah utama yang dihadapi dalam upaya meningkatkan hasil tangkapan ikan adalah terbatasnya alat bantu untuk menentukan lokasi penangkapan ikan yang tepat.

foto : tampak peserta pelatihan membuat rompong dan kepala rompong

Nelayan tradisional biasanya selalu berada dalam ketidakpastian tentang lokasi yang potensial untuk penangkapan ikan. Mereka terlebih dahulu harus menyisir laut lepas mencari-cari di mana lokasi tempat ikan berkumpul. Akibatnya, hasil tangkapan menjadi tidak pasti. Bahan bakar pun menjadi lebih boros.

foto : para peserta dibantu ibu-ibu mengikat daun kelapa untuk pembuatan rompong/rumah ikan.

Belum lagi kondisi cuaca yang tak menentu pada bulan-bulan tertentu, terutama dalam rentang bulan November sampai Februari. Cuaca ekstrem kadang membuat nelayan ragu untuk melaut.

“Tidak jarang pada masa itu, nelayan yang turun ke laut pulang tanpa hasil sama sekali karena tidak bisa melakukan penangkapan akibat cuaca buruk, sehingga kerugianlah yang mereka peroleh,” dalam sambutannya diperesmian pembukaan pelatihan.

Melalui program pemberdayaan masyarakat desa yang di anggarkan dari dana desa (DD) Pemerintah Desa Kampung hilir menyelenggarakan pelatihan  pembuatan dan pemasangan rumpon/rumpong.

foto : para peserta membuang rompong di lokasi.

Rumpon/rumpong merupakan salah satu alat bantu untuk meningkatkan hasil tangkapan dimana kontruksinya menyerupai pepohonan yang dipasang (ditanam) di suatu tempat di perairan laut. Rumpon berfungsi sebagai tempat berlindung, mencari makan, memijah, dan berkumpulnya ikan. Teknologi rumpon/rumpong ini telah menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan daerah penangkapan buatan. Dengan adanya rumpon, nelayan tak perlu lagi menyisir ke sana ke mari di laut lepas guna mencari ikan karena lokasi penangkapan menjadi pasti. “Jadi, nelayan pun dapat lebih menghemat bahan bakar,” jelas Mungkin Narasumber Pelatihan.

Pelatihan pembuatan dan pemasangan rumpon ini dilaksanakan selama 3 hari dan di mulai dari hari Kamis lalu (5/08) yang di ikuti sekitar 50 peserta dari kelompok nelayan desa kampung hilir.

Pemerintah Desa Kampung Hilir berharap kepada para peserta agar setelah kegiatan dapat bersa-sama menjaga asset desa/ hasil karya pelatihan sehingga bisa bermanfaat lebih lama, dan saling berbagi ilmu dengan nelayan desa kampung hilir lainnya yang belum sempat untuk mengikuti pelatihan saat ini. (cak)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan