Pemerintah Desa Kampung Hilir Alokasikan Dana Khusus Di Bidang Seni Dan Budaya

DKH (10/03/2019)Seni budaya merupakan suatu segala sesuatu yang diciptakan manusia tentang cara hidup berkembang secara bersama pada suatu kelompok yang memiliki unsur keindahan (estetika) secara turun temurun dari generasi ke generasi. Sehingga melestarikan seni dan budaya sangatlah digalakkan,  karena seni dan budaya adalah jati diri Bangsa.

Angah Leni sedang melatih Tari

Sebagaimana Pemerintah Desa Kampung Hilir selain meningkatkan pembangunan insfrastuktur juga mulai menghususkan salah satu perhatiannya terhadap masyarakat yang antusias dalam melestarikan seni dan budaya, Leni misalnya warga Rt 003 Ngah Leni panggilan akrabnya, salah satu dari beberapa ibu-ibu yang aktif di bidang seni, Ia mengajak para anak-anak remaja putri khusunya untuk belajar tarian khas melayu dan tarian nusantara lainnya.

Begitu juga beberapa bapak-bapaknya pun juga tidak kalah ketinggalan dalam melestarikan seni dan budaya nusantara khususnya melayu, mulai dari belajar kompang dan hadrah yang merangkul serta mengajak masyarakat khusunya para anak-anak remaja untuk belajar kompang dan hadrah bersama.

Remaja desa kampung hilir sedang latihan hadrah

Tidak hanya itu, dari keaktifan masyarakat khususnya relawan seni Desa Kampung Hilir saat ini memiliki sebuah lembaga pembelajaran Telekomunikasi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta belajar komputer secara gratis bagi masyarakat Desa Kampung Hilir yang diberinya nama DKH Institut Of Pandu Desa 4,0. Semua kegiatan tersebut dibawah naungan Sanggar Kreasi Hilir Betuah Desa Kampung Hilir.

kegiatan belajar komputer gratis

 

Melihat antusias dan keaktifan serta potensi yang dimiliki masyarakat dalam membangun desa khususnya melalui bidang pelestarian seni dan budaya tersebut, Pemerintah Desa Kampung Hilir Kepala Desa Bapak Maryadi menyampaikan dalam musyawarah internal Desa, akan berupaya untuk mengalokasikan anggaran khusus untuk kegiatan kegiatan tersebut, sehingga antara masyarakat dan pemerintah Desa saling bersinergi dan berkoordinasi, ketika kegiatan tersebut ada anggarannnya ya katakanlah walau saat ini mungkin hanya baru cukup untuk pembelian konsumsi setidaknya ada motivasi atau penyemangat lah bagi para peserta, dan kedepannya akan memaksimalkan kebutuhan-kebutuhan dan fasilitas penunjang kegiatan tersebut sebagaimana yang sudah tercukupi fasilitasnya saat ini hadrah dan kompang, dan mengingat beberapa fasilitas penunjang kegiatan lainnya sangatlah minim, missal gedung/ saung skretariat sanggar yang mana saat ini semua kegiatan tersebut menggunakan balai pertemuan Desa. “sehingga kalau fasilitasnya cukup kegiatanpun bisa lebih nyaman, aman, mudah dan efektif”, Pungkasnya.

Opening & Launching DKH Institut Of Pandu Desa 4.0

 

Para pengurus sanggar sangat berharap kepada Pemerintah Desa agar beberapa fasilitas yang prioritas dapat terpenuhi demi kenyaman, keamanan, kemudahan dan keefektifan kegiatan tersebut. (Cak)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan