Meriahkan HUT RI Ke74, Pemdes Kampung Hilir Gelar Permainan Rakyat

DKH 02/09/2019 – Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 74 tahun ini Pemerintah Desa (Pemdes) Kampung Hilir menggelar beberapa permainan rakyat. Salah satunya adalah tebak bantal atau perang bantal yang di selenggarakan pada minggu pagi kemarin (01/09).

 

Tebak bantal (Bahasa Melayu Tambelan) atau perang bantal adalah permainan dimana Dua orang pemain duduk di atas sebuah batang pohon yang diletakkan di atas air, bisa berupa sungai atau kolam bahkan laut. Pemain tersebut duduk berhadapan dan bersenjatakan bantal baku pukul sampai salah satu terjatuh ke dalam air. Yang tetap bertahan di atas dinyatakan sebagai pemenang.

Masyarakat sangat antusias sekali khususnya para anak anak tingkat SD dan SMP mengikuti lomba tersebut dan para penonton atau suporter dari tiap tiap Rt dengan teriakan dukungannya kepada perwakila masing masing Rt, bahkan kepala Desa Kampung Hilir Maryadi ikut nyemplung ke laut membantu peserta yang kalah atau jatuh juga sekalian mengambil bantal yang terjatuh.

“Jangankan kena pukul, saat kita mengayunkan bantal nak mukul pun kalau kite ndak seimbang bise nyemplung juge, “ujar Hafis salah satu peserta perwakilan dari Rt 004 tingkat SMP.

Selain permainan perang bantal Pemdes Kampung Hilir juga mengadakan perlombaan lain seperti panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, kumpulkan koin pakai mulut dan lomba Volly Ball sebagaimana di sampaikan Mayadi Kades Kampung Hilir saat di jumpai Tim Media Desa.

“Terima Kasih kepada semua masyarakat desa kampung hilir yang sudah antusias bersama sama men

dukung program pemerintah desa, khusunya pada panitia permainan rakyat kegiatan agustusan ini, mulai dari perlombaan sebelumnya yakni panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, kumpulkan koin pakai mulut sampai saat ini lomba perang bantal masih semangat dan kompak tentunya juga masih ada lomba lagi di bidang olah raga yakni Volly Ball, “kata Maryadi.

Maryadi menambahka, agar kebersamaan, kekompakan dan silaturrahmi antar pemerintah desa dengan masyarakat maupun antar masyarakat tetap selalu terjaga,  karena sinergitas dan peran serta masyarakatlah yang di harapkan dalam membangun desa yang lebih maju dan lebih baik kedepannya, “Tutup Maryadi.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan